Mendapat Modal Usaha dari Fintech ? Ini Cara Memaksimalkannya

Mendapat Modal Usaha dari Fintech ? Ini Cara Memaksimalkannya

SHARE:

Seberapa Penting Modal Terhadap Bisnis Kita?
Bisnis dengan Modal Kecil Tak Selamanya Sulit Berkembang
Langkah Sukses Mendapatkan Pinjaman Modal

Dengan adanya kemajuan dibidang teknologi, nda bisa mendapat aliran modal untuk bisnis yang sedang dirintis. Layanan peer-to-peer lending yang ditawarkan penyelenggara financial technology(fintechini jumlahnya makin banyak, dan menawarkan berbagai fasilitas spesifik yang bisa memenuhi kebutuhan pembiayaan bisnis Anda.

Mendapatkan dana pinjaman lewat fintech mungkin lebih mudah dibanding mendapatkan pinjaman dari bank. Namun, jangan karena mudah lalu Anda menyepelekannya dan terlalu yakin akan mendapatkan dana. Seperti bisnis pada umumnya, perhitungkan secara matang  tujuan dan skema penggunaan dana pinjaman yang akan didapat.

Co-Founder & CEO perusahaan fintech Investree, Adrian A. Gunadi, mengatakan, masih banyak calon pengguna layanan yang belum mendapatkan pencerahan. Misalnya, ada yang menganggap bahwa fintechmurni melayani mereka yang unbankable, atau yang sama sekali belum pernah bersentuhan dengan bank. “Investree memfokuskan layanan pada UKM yang underbank, yaitu UKM yang telah terhubung dengan perbankan, memiliki rekening aktif, dan menggunakannya sebagai bagian dari transaksi. Sebab, seluruh proses pengguliran dana dan pembayaran tagihan masih dilakukan melalui bank,” ungkap Adrian.

Saat ini, Investree membidik segmennya pada UKM yang rata-rata berusia 2 hingga 3 tahun. Di antaranya ada juga UKM atau start up yang baru berusia 1 tahun. Rata-rata berkecimpung di industri jasa, dengan 29%-30% bergerak di industri kreatif, seperti digital agency dan advertising agencyfood & beverages, dan outsourcing (security, cleaning service, dan lainnya).

Baca Juga : Sebelum Meminjam Modal Bisnis dari Fintech Perhatikan 4 Hal Ini

Menurut Adrian, jenis industri juga sangat berpengaruh pada kemungkinan lolos atau tidaknya pengajuan pendanaan seorang pengusaha. Sektor retail dan makanan yang lebih stabil akan memiliki skor lebih tinggi daripada sektor tambang yang memiliki risiko bisnis lebih tinggi. Makin muda usia usaha, makin besar pula risikonya. Alhasil, persentase bunga yang harus dibayarkan oleh pengusaha juga  makin besar.

“Namun, jika pengusaha mula tersebut memiliki rekam jejak yang baik dalam pembayaran, kami akan memberikan kemudahan berupa tingkat bunga pengembalian yang lebih rendah. Sehingga, ia tidak perlu terlalu besar membayar,” jelas Adrian.

Dengan bimbingan serta pemberian materi tentang literasi keuangan  tiap minggu selama satu tahun, diharapkan mereka akan tertib administrasi dan produktivitas usahanya makin meningkat. Literasi keuangan yang dimaksud termasuk bagaimana memisahkan uang pinjaman untuk bisnis dari dana pribadi.

Sementara itu, fintech seperti Taralite memfokuskan pemberian pinjaman kepada pengusaha yang sudah memiliki bisnis online (merchant online) dan sedang berencana untuk mengembangkannya. Bagaimana agar pinjaman yang didapat memberi manfaat maksimal?

”Pastikan Anda menggunakan dana pinjaman untuk meningkatkan produktivitas, misalnya untuk membeli mesin jahit tambahan pada bisnis pakaian, alat pengolah daging, dan lain-lain yang dapat memaksimalkan hasil produksi sehingga mencapai tujuan dari pinjaman, yaitu memperbesar usaha,” saran Abraham Viktorfounder dan CEO Taralite.

Ketika dana pinjaman terpakai, dan memberi perkembangan bisnis serta mendatangkan keuntungan, sisihkan dana untuk melunasi  utang. Jangan menunda pembayaran karena bunga pasti akan bertambah. Ada baiknya juga menyimpan keuntungan untuk diinvestasikan guna mengembangkan usaha di masa depan.

Sumber : http://www.wanitawirausaha.com/article/keuangan/mendapat-modal-usaha-dari-fintech-bisa-ini-cara-memaksimalkannya

Sumber foto : https://www.entrepreneur.com/article/303581

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0